Rabu, 26 Oktober 2011

Bekerja Keras dengan Ikhlas dan cerdas

Bekerja Keras dengan Ikhlas dan Cerdas
Hidup di dunia hanya sekali. Karenanya, kita harus menjadikan hidup yang sekali itu bermakna di dunia dan bisa menjadi bekal di akhirat kelak. Hidup akan bermakna andai kita isi dengan kerja keras. Tanpa kerja keras tak mungkin kita sukses dan mampu mengemban amanat yang Tuhan Yesus bebankan kepada kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan bagi orang yang malas.


Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras untuk bisa eksis. Apa jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu mangsanya, ia akan mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa malas berlari, tentu ia akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus bertaruh nyawa untuk mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap menghancurkan tubuhnya ketika ia hendak menghisap darah.

Cukupkah hanya dengan kerja keras? Ternyata tidak. Manusia tidak bisa mengandalkan otot dan fisiknya belaka. Ia harus memanfaatkan pula potensi pikirannya. Semakin cerdas dalam bekerja, maka akan maksimal pula hasil yang diraih. Rasulullah mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati dan bekerja keras mempersiapkan bekal guna menghadapi kematian tersebut.



Pesan Tuhan Yesus di atas menggambarkan bahwa kerja keras kita harus dilandasi nilia-nilai moral. Tidak dikatakan cerdas seorang yang bekerja tapi curang ketika melakukannya. Tidak pula dikatakan cerdas bila seseorang bekerja tapi mengorbankan harga diri dan kemuliannya.

Kerja keras dengan cerdas akan sempurna bila disertai keikhlasan. Dengan ikhlas, kerja akan semakin indah dijalani.



Seorang yang ikhlas orientasinya tidak hanya sekadar duniawi, tapi juga menyentuh akhirat. Bila kita bekerja keras dengan otak cerdas dan dilandasi ikhlas, Puji Tuhan banyak hal bisa kita raih.



Tidak hanya materi, tapi juga amal kebaikan, ilmu, nama baik, dan saudara baru.

Kerja yang hanya berorientasi dunia sangat rendah nilainya. Imam Ali mengatakan bahwa siapa yang bekerja karena perutnya belaka, maka derajatnya tidak jauh dari apa yang keluar dari perutnya tersebut. (Ems)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Berdoa dan Bekerja

Saat mengendarai mobil melalui sebuah kota kecil di Pennsylvania, saya membaca tulisan ini pada papan sebuah gereja:


Berdoalah Supaya Panen Berhasil,
Tetapi Tetaplah Mencangkul


Tulisan ini mengingatkan saya pada kata-kata Yesus dalam Matius 9. Sebelum menyuruh murid-murid-Nya berdoa untuk meminta pekerja-pekerja, Dia mengingatkan mereka bahwa tuaian besar telah menunggu, tetapi pekerja sedikit (ayat 37,38).


Terkadang kita lupa bahwa Allah menginginkan kita menjadi bagian dari jawaban atas doa-doa kita. Kita mengharap Dia melakukan segalanya, dan kita tinggal duduk tanpa melakukan apa-apa.


Kita meminta Dia memberkati pelayanan gereja kita, tetapi kita selalu menghindar bila diminta untuk melayani. Kita selalu memohon agar orang-orang yang kita cintai diselamatkan, tetapi kita tidak pernah bersaksi kepada mereka. Kita mendoakan orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berat, tetapi kita tidak mau memberikan apa yang kita miliki untuk membantu mereka. Kita meminta Tuhan menghibur serta menyemangati orang-orang yang mengurung diri dan kesepian, tetapi kita tidak pernah pergi mengunjungi mereka atau mengirim surat-surat yang dapat menyemangati mereka.


Ya, Allah menginginkan kita membawa segala permohonan kita kepada-Nya, tetapi sering kali Dia ingin agar kita juga mengusahakan apa yang kita doakan. Bekerja sering kali berjalan seiring dengan doa - Richard De Haan
Berdoalah Seolah-Olah Semua Bergantung Kepada Allah
Bekerjalah Seolah-Olah Semua Bergantung Kepada Anda

Kamis, 20 Oktober 2011

Bekerja Dengan Hati

Ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.

Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita.

Bagaimana bekerja dengan hati ? Mulailah dengan lima langkah berikut ini :

1. Tetapkan tujuan dalam hati.
Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih sukses.

2. Temukan kepuasan dalam hati.
Kepuasan finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam berbisnis.

3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang teguh.

4. Bangun team dengan kesehatian.
Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian. Bekerjasama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

5. Bekerja dengan sepenuh hati.
Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka yang bekerja dengan segenap hatinya.


Share |




Artikel lainnya :
• KEKUATAN KARAKTER



KEKUATAN
KARAKTER

Kerja Keras Untuk Mencapai hasil maksimal

Kerja Keras Untuk Mencapai Hasil Maksimal

September 18th, 2011
Artikel Kerja Di Rumah
Kerja di rumah yuk, sambil berkumpul bersama keluarga tercinta, nikmati waktu yang lebih bebas, penghasilan keren!» detil

Majakani Tissue Dari Boyke & Co
Khusus WANITA, memperketat organ intim, bikin SUAMI making SAYANG, Bikin Miss V Lebih Wangi» detil
Motivasi kerja ini menekankan pentingnya kerja keras agar kita mencapai hasil dari kerja keras itu yang memuaskan tentunya motivasi ini harus benar-benar kita praktekkan untu mencapai hasil yang diharapkan tanpa praktek maka sama dengan hal yang tidak mungkin terjadi.
Kita harus mencontoh orang-orang hebat mereka sukses karena kerja keras mereka bukan warisan bukan pula pinjaman. Sebagai orang yang akan mewarisi genersi tua untuk mencapai kesuksesan dalam kerja maka kita harus motivasi diri dan berjalah dengan keras tapi yang harus kita ingat kerja keras disini bukan berarti kita kerja sampai sakit bahkan jadi pesakitan tapi kerja yang memaksimalkan segaa potensi yang ada misalnya kita belajar belajar bahasa inggris maka kita harus termotivasi untuk kerja keras misalnya teman kita sudah bayar beli suatu barang untuk buat blog misalnya didomain handal dan hebat tapi kita tidak pernah kerja ekstra keras maka tentu hasilnya akan biasa-biasa saja.
Salah satu agar kita termotivasi untuk kerja keras adalah kita kenal apa yang akan kita kerjakan contohnya saja anda belum pernah ketemu kenal baru sekali itu eeee…orang tua sudah langsung memaksa nikah hari itu otomatis kita akan bekerja keras untuk mencari solusi yang terbaik begitu juga dalam internet marketing kita tidak mungkin langsung jadi hebat tapi harus ada proses dan belajar misalnya dari cafebisnis walau kerja keras kalau tahu ilmunya kan jadi lumayan mudah bukan…

Tips Bekerja Effektif


Tips bekerja effektif

1. Orang yang bekerja effektif akan mengerti bahwa melakukan pekerjaan yang tepat mempunyai arti yang lebih penting dari pada mengerjakan pekerjaan dengan baik.
2. Orang yang effektif tidak pernah meremehkan pentingnya menikmati masa kini. Sementara mereka berorientasi ke masa depan,mereka juga tetap memiliki pikiran sehat untuk menyadari bahwa tidak asa hubungan dari bagian – bagian yang ada antara menikmati hari ini dengan membentuk esok yang lebih baik. Kedua gagasan tersebut dilihat oleh mereka sebagai saling melengkapi.
3. Banyak pesan – pesan dogmatis yang telah kita pelajari berbicara mengenai cara bekerja yang terbaik, yang mana hanya merupakan sebagai dari kebenaran. Bila seorang yang berhasil dalam pekerjaannya mengatakan kepada anda tentang bagaimana kerasnya mereka bekerja, sadarilah bahwa jarang sekali seseorang menanyakan seberapa keras ia telah bekerja kepada mereka yang sedang mengalami kegagalan. Kerja keras, semua kegiatan,kefektifan penggunaan waktu serta tekanan kerja, tidak pernah dikaitkan dengan penyelesaian suatu pekerjaan yang dilakukan dengan cara yang dapat diramalkan.
4. Orang yang efektif nampak hidup secara bebas, penuh pesona tetapi dasarnya mereka itu, seperti halnya orang lain, menghadapi bagian persoalan kehidupan mereka sendiri. Perbedaan antara mereka adalah; orang –orang yang efektif menyadari bahwa banyaknya dan tingkat keparahan persoalan – persoalan yang mereka miliki adalah tidak sepenting dibandingkan pentingnya cara bagaimana menangani persoalan – persoalan tersebut.
5. Banyak dari waktu yang anda gunakan merupakan hasil kebiasaan dan kita tidak akan mengerti bagaimana kita telah menggunakan waktu itu sampai suatu saat dimana kita berusaha untuk menelitinya. Menyimpan daftar catatan waktu secara berkala dapat membantu kita mengungkapkan dan menghilangkan kebiasaan yang tidak produktif.
6. Ketentuan yang baik adalah jangan membuat jadwal lebi dari lima puluh persen darijam kerja anda. Hukum Murphy mengatakan kehancuran ada dalam pengaturan jadwal yang ketat. Bersiaplah untuk hal –hal diluar perhitungan. Jadwalkan sebagian besa tugas yang penting pada alokasi waktu yang utama, waktu dimana anda dapat melakukan pekerjaan terbaik. Setiap harinya sisihkan juga waktu untuk merenungkan tentang siapa diri anda dan apakah tujuan – tujuan anda. Carilah cara – cara untuk melipat-gandakan pemakaian waktu yang telah digunakan.
7. Effektifitas bukan merupakan akibat dari melakukan pekerjaan yang lebih banyak. Effektifitas ini merupakan hasil dari bekerja dengan lebih baik. Ketidak – mampuan untuk mengatakan tidak, merupakan pembunuhan efiktifitas yang besar.
8. Sebelum melakukan sesuatau pekerjaan apakah anda bertanya pada diri sendiri, ”Apakah ini merupakan pemakaian waktu dan energi saya yang terbaik”? Bila jawabannya ”ya”,lengkapi diri anda dengan peralatan yang layak dan selesaikan tugas tersebut. Bila jawabnya”tidak” carilah orang lain untuk melakukan tugas tersebut atau tidak dikerjakan sama sekali.
9. Kenalilah dan terimalah keterbatasan – keterbatasan anda dan bangunlah kekuatan anda. Anda akan menjadi lebih baik dari yang anda perkirakan. Terimalah diri anda tanpa syarat. Inilah kunci kedamaian pikiran dan pikiran yang damai adalah pikiran efektif.
10. Apakah anda menyadari bahwa menjadi seorang yang perfeksionis dapat melumpuhkan keefektifan. Somserset Maugham menulis: ”Hanya orang yang sedang –sedang saja yang terlalu baik.” Berusaha untuk memperoleh kesempurnaan pada umumnya memerlukan lebih banyak waktu dibanding dengan keuntungan yang diperoleh.
Bagian akhir dari tulisan ini beberapa pertanyaan yang dapat anda jawab sendiri dan jawaban tersebut dapat menjadi pedoman hidup anda:
”Berapa lama waktu yang telah anda pakai sejak anda bekerja berhari – hari dengan pengabdian diri secara mutlak guna mencapai satu tujuan?
”Sudah berapa lama sejak terakhir anda berhasil mencapai suatu tujuan yang memiliki tantangan yang besar ?”

Tips Bekerja Keras Untuk Kehidupan yang lebih baik

1. Niat yang kuat dan Lurus..
Tanamkanlah di lubuk hati anda bahwa anda bekerja bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain keluarga dan lain-lainya. Niat yang baik adalah separuh dari keberhasilan kerja keras anda, Niatkanlah kerja keras anda sebagai implementasi mengikuti titah-Nya.

2. Mulailah dari hal-hal kecil yang anda sukai..
Hal-hal kecil yang membuat anda tergugah untuk bekrja keras. Dari yang kecil perlahan-lahan akan mencapai hasil yang besar.

3. Ibda binafsik ( Mulailah dari diri sendiri )
Demikian pepatah bijak Arab,karena itulah segala hal yang anda lakukan,mulailah dari diri sendiri Anda. Bukan orang lain. misalnya anda seorang pimpinan perusahaan anda mesti mencontohkan kerja yang baik kepada bawahan anda dari diri anda sendiri, bukan sekedar memerintah.

4. Carilah sumber-sumber rezeki yang baik dan halal..
 yaitu sumber rezeki yang tidak di haramkan oleh Syari'at.

5. Pantang menyerahlah dalam bekerja keras!!..
Bila kegagalan menerpa anda,anggaplah itu sebagai salah satu ujian ynag akan menguatkan anda menjadi pribadi yang kian kuat. Ia akan menjadikan anda pribadi yang tahan banting dan tidak cengeng. sebab suatu saat kegagalan tersebut akan menjadi ilmu berharga anda.

6. Rajin Ibadah dan berdoa..
Semua yang kita cari adalah milik-Nya. Semua atas kehendak dan kekuasaan-Nya. Sukses atau tidakya anda itu tergantung yang di atas. Karena itulah selepas bekrja keras ,berdoalah kepada-Nya mintalah secuil tahmat-Nya.